CERITA KITA

Dibuat oleh Ibu-ibu, Buat Ibu-ibu—dan Siapa Aja yang Ngomong Bahasa Daerah Indonesia

Bahasa Ibu (BaIbu) itu usaha sosial yang ngubah keberagaman bahasa Indonesia jadi peluang ekonomi. Kita berdayain ibu-ibu di desa jadi kontributor data sambil bikin AI yang beneran ngerti budaya, konteks, dan komunitas Indonesia.

MASALAHNYA

Pas AI Gak Ngerti Duniamu

Kebanyakan AI dilatih pake teks bahasa Inggris dari sudut pandang Barat. Ini bikin AI gak ngerti bahasa daerah, gak paham konteks ibu-ibu di desa, dan gak tau kenyataan hidup jutaan orang Indonesia.

Hasilnya? Teknologi gak guna buat yang butuh. Chatbot kesehatan gak ngerti bahasa Jawa. Alat belajar gak pake bahasa Sunda. Asisten AI gak tau susahnya jadi ibu di Indonesia—dari ngurus anak, usaha kecil, sampe kesehatan keluarga.

Padahal, ibu-ibu di desa yang jago bahasa daerah dan ngerti komunitasnya malah gak dapet kesempatan kerja remote, padahal punya skill yang berharga.

PENDEKATAN KITA

Pemberdayaan Data: Bahasa Jadi Mata Pencaharian

Bahasa Ibu balik keadaannya. Kita gak cuma ambil data, tapi berdayain ibu-ibu jadi kontributor data yang dihargai—dibayar layak, dilatih, dan diakui keahliannya.

Kita lagi bangun dataset multibahasa paling lengkap soal ibu-ibu, kehidupan desa, dan bahasa daerah. Tiap pesan, obrolan, dan ilmu yang dibagiin bantu latih AI biar ngerti kenyataan di Indonesia.

Tapi ini bukan cuma soal teknologi. Ini soal keadilan ekonomi. Kita ciptain kerjaan remote baru buat ibu-ibu desa—yang ngehargain skill mereka tanpa perlu pelatihan mahal. Kontribusi data jadi sumber penghasilan fleksibel yang ngehargain waktu dan ilmu mereka.

Ibu lagi kontribusi data
AWAL MULA KITA

Dari Ibu Punya Mimpi ke Bahasa Ibu

Bahasa Ibu lahir dari 5 tahun perjalanan Ibu Punya Mimpi, di mana kita udah bantu 90.000+ ibu-ibu Indonesia belajar digital dan dapet kerja remote. Tingkat kelulusan kita 75%—tinggi banget buat kursus online—karena kita bangun sistem pendukung yang ngerti kesibukan ibu-ibu.

Tapi kita liat pola: yang sukses kebanyakan ibu-ibu kota kelas menengah. Ibu-ibu desa dan ekonomi bawah masih susah—bukan karena males (riset 2025 kita tunjukin 78,5% semangat banget belajar), tapi karena kesempatannya gak cocok sama kondisi infrastruktur atau skill mereka.

Terobosannya pas kita sadar apa yang ibu-ibu desa punya: jago bahasa daerah, tau budaya, dan dipercaya komunitas. Ini bukan skill yang perlu diajarin—ini aset yang bisa jadi duit.

Di 2025, pas perusahaan AI lagi butuh banget data beragam dan etis, kita liat peluang pas: permintaan global buat apa yang cuma ibu-ibu desa Indonesia punya.

MODEL KITA

Digerakkan Komunitas, Dibangun Secara Etis

Bayaran Adil

Tiap kontribusi itu kerjaan berbayar, bukan sukarela. Kita pake harga transparan dan bayar langsung lewat GoPay. Kontributor bisa cek penghasilan real-time dan tau nilai kerjanya.

Privasi Utama

Kita otomatis hapus semua info pribadi sebelum data masuk sistem. Kontributor pegang kendali penuh— mereka yang tentuin apa yang dibagi, dan privasinya dijamin berlapis.

Kepemilikan Komunitas

Kita lagi jajaki model Koperasi di mana kontributor punya saham di pusat data regional. Keuntungan balik ke komunitas—buat daerah baru, kesehatan, pinjaman mikro. Bahasa Ibu makin gede, kontributor makin untung.

ARTI SUKSES BUAT KITA

Tiga Tahap Perubahan

JANGKA PENDEK

Di Bawah 12 Bulan

  • 300.000+ kontribusi data berkualitas di 4 bahasa daerah
  • 300+ ibu-ibu desa punya penghasilan tetap
  • 4 pusat data komunitas ('Rumah Data Ibu') beroperasi
  • Peningkatan kinerja AI yang nyata buat pertanyaan seputar ibu-ibu
  • Literasi digital kontributor desa meningkat
JANGKA MENENGAH

1-3 Tahun

  • Model bisnis terbukti dan mandiri secara finansial
  • 20.000+ kontributor aktif se-Indonesia
  • Sistem AI dipake buat layanin komunitas Indonesia pake bahasa lokal
  • Model diduplikasi ke negara Asia Tenggara lain
  • Kerja data diakui sebagai jalan pemberdayaan ekonomi yang sah barengan sama keuangan mikro
JANGKA PANJANG

3+ Tahun

  • Bahasa Ibu jadi perusahaan sosial pengumpul data etis terdepan di Asia Tenggara
  • Cakup 50+ bahasa daerah Indonesia dengan dataset lengkap
  • Standar industri terbentuk buat kontribusi data milik komunitas yang dibayar adil
  • Kesenjangan gender di tenaga kerja Indonesia berkurang secara nyata
  • Sistem AI yang beneran mewakili dan melayani komunitas terpinggirkan
SIAPA KITA

Ibu-ibu, Ahli Teknologi, dan Pejuang Keadilan Ekonomi

Marisa Paramita

Co-founder & CEO

Mendirikan Ibu Punya Mimpi di 2020 dan gedein sampe 90.000+ anggota. Semangat banget ngubah kerjaan tak terlihat jadi kontribusi ekonomi yang diakui. Dulu pernah jadi Country Lead Acquisition Manager di Uber.

Fathya Artha Utami

Co-founder & CMO, Head of Program

Pimpin keterlibatan komunitas dan desain program. Ahli bikin sistem pendukung biar ibu-ibu gak cuma bertahan, tapi berkembang.

Martyas Listyaningrum

COO & Community Lead

Urus operasional lapangan dan pengembangan pusat komunitas. Pastiin Bahasa Ibu tetep dengerin kebutuhan kontributor.

Bunga Claudya

Head of Data & Program

Awasi kualitas data, kurikulum, dan pelatihan. Jembatani kebutuhan teknis sama kemampuan komunitas.

Mark Swaringen

CTO & Data Lead

Spesialis ekstraksi data dan infrastruktur AI. Bikin alat hemat kuota yang cocok buat kondisi desa di Indonesia. Msc Data Science & Machine Learning.

Penasihat Kita

Dan Tran

Professor of Finance & ML

Kasih arahan soal strategi training model dan arsitektur data.

Dian Safitri

Former Expert Staff to Minister of SOE

Nasihatin soal kemitraan, hubungan pemerintah, dan strategi usaha sosial di Indonesia.

PEDOMAN KITA

Nilai-nilai Kita

Martabat Ekonomi

Kerja data itu kerja beneran. Kontributor berhak dapet bayaran adil, proses transparan, dan jenjang karir—bukan eksploitasi berkedok 'pemberdayaan'.

Privasi Itu Harga Mati

Kita gak pernah main-main soal privasi. Anonimisasi otomatis, izin jelas, dan minim data itu wajib, bukan tambahan.

Komunitas Dulu

Teknologi itu buat manusia, bukan sebaliknya. Kalo fiturnya gak bisa dipake ibu-ibu dengan sinyal 2G dan HP jadul, kita bikin ulang.

Pelestarian Budaya

Bahasa daerah bukan cuma data latihan—itu warisan hidup. Kerja kita nyatet dan muliain keberagaman bahasa Indonesia buat generasi depan.

IKUTAN YUK

Empat Cara Dukung Bahasa Ibu

Jadi Kontributor

Kalo kamu ibu-ibu Indonesia yang lancar bahasa daerah, gabung yuk. Dapet penghasilan, tambah skill digital, dan bantu bentuk masa depan AI.

Daftar Kontribusi

Partneran Sama Kita

Perusahaan AI, lembaga riset, NGO: akses dataset etis dan relevan secara budaya sambil dukung pemberdayaan ekonomi.

Tanya Soal Partner

Investasi Berdampak

Cari peluang investasi yang untung sekaligus punya dampak sosial nyata? Ngobrol yuk.

Deck Investasi

Sebarin Kabar

Bagiin cerita kita. Tantang anggapan kalo data AI berharga cuma dari orang kota, elit, dan ngomong Inggris.

Bagiin di Sosmed

Indonesia punya 700+ bahasa. AI belum bisa satupun. Belum ya. Yuk ubah itu—satu ibu, satu kontribusi, satu obrolan tiap kalinya.